Mentawai Dihantam Tsunami, 103 Warga Hilang
Jumlah korban tewas akibat gempa yang terjadi di Kepulauan Mentawai Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah. Hingga saat ini, 23 orang tewas dan 103 orang dinyatakan hilang.
Sejauh ini, petugas terkait sedang berupaya melakukan evakluasi dan pertolongan terhadap para korban maupun warga di Mentawai yang terkena dampak gempa. Anggota Badan Penangulangan Bencana Provinsi Sumbar bersama Tim Basarnas, TNI, dan relawan saat ini dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap ratusan warga yang dinyatakan hilang.
"Regu penyelamat saat ini sudah siap menuju lokasi. Selain melakukan evakuasi, tim juga akan membawa bantuan untuk para korban. Dari data sementara dan informasi yang sudah kita kumpulkan, tercatat sekitar 23 orang meninggal, dan 103 orang dinyatakan hilang," ungkap Ketua Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar, Harmensyah, Selasa (26/10/2010).
Adapun jumlah warga yang tewas di antaranya, 16 warga Balai Rekso (Pagai Selatan), empat warga Kelurahan Bulasan, dua warga Bosuea, satu warga Muara Paikako Sikakap. Adapun yang hilang di antaranya, tujuh warga dari Balai Rakso, delapan warga negara Australia, dan 80 lebih warga Bulasan.
Gempa yang melanda Mentawai, Senin (25/10/2010), sekitar pukul 21.42 WIB, mengakibatkan terjadinya tsunami. Gelombang tsunami tersebut menerjang dua desa di Mentawai. Sekitar 200 rumah diduga tersapu tsunami. Sementara itu, di Pulau Surat Aban, Kecamatan Pagai Selatan, Mentawai (Sumbar), hingga kini belum diketahui nasibnya.
Cuaca buruk yang menyelimuti pulau tersebut membuat tim maupun petugas terkait kesulitan mengakses wilayah tersebut. Bupati Mentawai Edison Seleleoraja, menyatakan, warganya kini sangat membutuhkan bantuan berupa bantuan bahan makanan, selimut, dan lainnya.
Sejauh ini, petugas terkait sedang berupaya melakukan evakluasi dan pertolongan terhadap para korban maupun warga di Mentawai yang terkena dampak gempa. Anggota Badan Penangulangan Bencana Provinsi Sumbar bersama Tim Basarnas, TNI, dan relawan saat ini dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap ratusan warga yang dinyatakan hilang.
"Regu penyelamat saat ini sudah siap menuju lokasi. Selain melakukan evakuasi, tim juga akan membawa bantuan untuk para korban. Dari data sementara dan informasi yang sudah kita kumpulkan, tercatat sekitar 23 orang meninggal, dan 103 orang dinyatakan hilang," ungkap Ketua Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar, Harmensyah, Selasa (26/10/2010).
Adapun jumlah warga yang tewas di antaranya, 16 warga Balai Rekso (Pagai Selatan), empat warga Kelurahan Bulasan, dua warga Bosuea, satu warga Muara Paikako Sikakap. Adapun yang hilang di antaranya, tujuh warga dari Balai Rakso, delapan warga negara Australia, dan 80 lebih warga Bulasan.
Gempa yang melanda Mentawai, Senin (25/10/2010), sekitar pukul 21.42 WIB, mengakibatkan terjadinya tsunami. Gelombang tsunami tersebut menerjang dua desa di Mentawai. Sekitar 200 rumah diduga tersapu tsunami. Sementara itu, di Pulau Surat Aban, Kecamatan Pagai Selatan, Mentawai (Sumbar), hingga kini belum diketahui nasibnya.
Cuaca buruk yang menyelimuti pulau tersebut membuat tim maupun petugas terkait kesulitan mengakses wilayah tersebut. Bupati Mentawai Edison Seleleoraja, menyatakan, warganya kini sangat membutuhkan bantuan berupa bantuan bahan makanan, selimut, dan lainnya.
0 komentar:
Post a Comment