Merapi Siap Meletus, Warga Siap di Evakuasi

foto 
Upaya Pemerintah Kabupaten Klaten untuk mengevakuasi warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi gagal lantaran warga menolak untuk meninggalkan desanya. Penolakan itu antera lain muncul dari mereka yang tinggal  di empat desa di Kecamatan Kemalang. Mereka mengakatan akan mengungsi  jika Merapi benar-benar meletus.
Upaya pemerintah untuk melakukan evakuasi itu terkait dengan rekomendasi yang dikeluarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekhnologi Kegunungapian (BPPTK). Di Desa Balerante, pemerintah  menyiapkan  tiga buah truk dan sejumlah  ambulan. Desa yang dihuni 1.665 orang itu berada  paling dekat dengan Puncak Merapi.

Sayang, upaya pemerintah sia-sia. Hingga siang tadi tidak  satu warga pun yang bersedia untuk mengungsi. Mereka beranggapan  aktivitas  Merapi belum memasuki tahap yang menghawatirkan. Warga  memilih tetap tinggal untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. 
Sutino, warga setempat, mengatakan tanpa diminta dirinya pasti akan mengungsi sendiri jika Merapi  benar-benar meletus. Dia khawatir, jika dirinya mengungsi sekarang ternaknya tidak ada yang mengurus. Padahal keluarga menggantungkan hidup pada ternak-ternak itu. “Karena itu kami memilih untuk bertahan,” kata dia.

Camat Kemalang, Suradi, sudah menduga adanya penolakan itu.  “Beternak memang menjadi mata pencaharian utama,” kata Suradi. Karena itu tim evakuasi bersedia mengungsikan hewan ternak berikut pemiliknya.  “Pakan untuk ternak sudah kami siapkan,” kata Suradi. Selain jerami, mereka juga telah menyediakan bekatul, dan konsentrat untuk pakan ternak. Hanya saja, warga diharapkan untuk tetap menyiapkan rumput sebagai pakan utama ternak.

Menurut Suradi, evakuasi akan dilakukan terhadap lebih dari 5.000 warga yang tinggal di empat desa. Desa tersebut adalah Balerante, Sidorejo, Tegalmulyo dan sebagian warga Kendalsari. Untuk menampung pengungsi, mereka telah menyiapkan tiga titik pos pengungsian yang terletak di Bawukan, Dompol dan Keputran.

Meski telah mendirikan tenda pengungsian, namun mereka akan menempatkan para pengungsi di beberapa gedung sekolah. “Cuaca yang cukup ekstrem membuat kami tidak berani menyuruh warga tinggal di tenda,” kata Suradi. Untuk keperluan tersebut, Kantor Kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mempergunakan enam gedung Sekolah Dasar serta dua gedung Sekolah Menengah Pertama untuk pengungsian.

Sedangkan Kepala Kepolisian Sektor Kemalang, Ajun Komisaris Agung Raharjo menegaskan jika pihaknya akan terus memberikan himbauan kepada warga agar bersedia mengungsi. “Hanya saja, kami memang tidak bisa memaksa warga,” kata Agung.

Himbauan kepada warga tersebut akan terus diberikan hingga aktifitas Gunung Merapi mencapai titik kritis. “Mau tidak mau, mereka harus segera dievakuasi,” kata dia. Jika tetap menolak, dia akan meminta warga untuk membuat surat pernyataan jika mereka menolak untuk dievakuasi.

0 komentar:

Post a Comment