Bule Juga Ikutpikutan Nonton Banjir Lahar Dingin Merapi


Puluhan orang tampak bergerombol di sepanjang Kali Boyong di Dusun Pulowatu, Desa Purwobinangun, Sleman, Yogyakarta.

Dengan antusias mereka memperhatikan aliran lahar dingin Merapi yang membawa serta akar dan batang pohon, serta meterial vulkanik. Sesekali telunjuk jari mereka mengarah ke benda-benda yang terseret aliran lahar dingin.

Di sekitar jembatan Kali Boyong itu mereka seolah dipaksa berhenti sejenak untuk menjadi saksi mata fenomena alam tersebut. Maklum saja peristiwa semacam ini jarang terjadi. “Ya kan jarang terjadi. Jadi saya sengaja datang ke sini untuk melihat lahar dingin,” ujar Surati, salah seorang warga Sleman, Kamis (4/11/2010).

Bila dihitung sejak pagi tadi sudah ratusan orang yang berhenti di sekitar jembatan Kali Boyong untuk menonton aliran lahar dingin. Hal ini wajar mengingat lokasi Kali Boyong berada di pinggir jalan Alternatif Pakem-Muntilan yang menghubungkan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang.

Di antara ratusan pengunjung Kali Boyong, tampak seorang turis asal Amerika Serikat turun dari mobil. Tak lama kemudian, lelaki tersebut mengarahkan lensa kameranya ke arah aliran lahar dingin. Sementara rekannya warga pribumi memilih berdiam diri di dalam mobil.

Polisi tampak kewalahan menghalau massa agar tak terlalu dekat dengan bibir sungai. Larangan melihat aliran lahar dingin dari atas jembatan juga diberlakukan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Aliran lahar dingin siang ini tidak sederas tadi malam. Meski begitu, warga di sepanjang aliran sungai diimbau waspada karena bila puncak Merapi diguyur hujan, maka bisa terjadi banjir bandang.

0 komentar:

Post a Comment