Idul Adha 1431 H Beda!

Bila Idul Fitri dirayakan bersama-sama, ada kemungkinan Idul Adha yang lebih dikenal dengan sebutan Idul Qurban bakal berbeda, setelah warga Muhammadiyah memastikan Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 16 November. Keputusan itu agaknya bakal berbeda dengan perhitungan Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) yang menetapkan 10 Dzulhijah tanggal 17 November.
“Benar, Muhammadiyah positif tanggal 16 (Idul Adha, Red),” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Muhammadiyah Balikpapan, Drs Muhammad Hendro, kepada Balikpapan Pos di kantornya, Selasa (9/11) kemarin. Hendro menerangkan, penetapan 10 Dzulhijjah pada 16 November tersebut, didasarkan pada hisab (penghitungan kalender) yang selama ini menjadi dasar penetapan hari-hari besar Islam yang dilakukan Muhammadiyah.
“Kalau pemerintah selama ini berdasarkan Rukyatul Hilal, atau melihat bulan. Perbedaan bukan suatu masalah, karena masing-masing memang punya dasar dalam menetapkannya,” terang dia. Namun, walaupun tetap memegang dasar penetapan yang berbeda dengan pemerintah, pihaknya tidak akan mempengaruhi masyarakat untuk lebih mempercayai ketetapan yang mereka buat, namun menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.
“Kita saling menghormati dan menghargai saja. Pelaksanaan ibadahnya, kita juga sudah memiliki tempat-tempat yang selama ini selalu digunakan dalam pelaksanaan ibadah-ibadah besar, salah satunya ada di halaman parkir Bank Bukopin Balikpapan Selatan,” pungkas dia.
Sementara itu, Kasi Penyelengara Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Balikpapan Drs Jailani membenarkan apa yang diungkapkan Hendro, terkait perbedaan penetapan perayaan Idul Adha 10 Dzulhijah nanti. “Benar, pemerintah sangat memahami masalah ini, dan masing-masing pihak akan saling menghargai ketetapan masing-masing.
Kita di daerah hanya akan ikut saja apa yang sudah ditetapkan di pusat,” kata Jailani. Namun, ia menuturkan, Badan Penyelengara Hari Besar Islam (BPHBI) Balikpapan memilih untuk mengikuti ketetapan yang ditentukan pemerintah, dalam pelaksanaan ibadah Hari Raya Idhul Adha pada 17 November.
“BPHBI akan mengikuti ketetapan yang dibuat pemerintah, Muhammadiyah juga sudah memiliki tempat-tempat pelaksanaan ibadah sendiri, jadi pelaksanaannya berjalan lancar walaupun ada perbedaan,” terangnya.
Lebih lanjut Jailani mengimbau, kepada seluruh masyarakat Balikpapan agar tetap menghargai dan menghormati perbedaan penetapan yang dilakukan pemerintah dan Muhammadiyah. “Kita saling menghargai saja, karena penetapannya juga melalui dasar yang kuat yang diyakini masing-masing pihak,” pungkas dia

0 komentar:

Post a Comment