Kerugian Merapi Capai 5 Trilyun

Letusan Gunung Merapi tak hanya menelan ratusan korban jiwa, namun juga meluluhlantakkan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Kerugian akibat kerusakan lingkungan itu diperkirakan mencapai Rp5,5 triliun.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Tri Prasetyo mengatakan, letusan Merapi telah mengakibatkan kerusakan Taman Nasional Gunung Merapi dalam skala luas. Kerusakan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta mencapai 2.800 hektare dari total luas taman nasional 6.410 hektare. Di wilayah Kabupaten Magelang, luas kerusakan mencapai 800 hektare. ”Kerusakan terparah berada di wilayah Cangkringan di mana hampir 1.150 hektare pohon pinus mati,’’ ujarPrasetyodiMagelang,Jawa Tengah,kemarin.

Dia menjelaskan, kerusakan kawasan taman nasional mencakup musnahnya vegetasi pinus, hutan rimba, dan hutan penelitian. “Erupsi Merapi juga membuat semua sumber mata air di taman nasional hilang. Selain itu, bangunan dan semua fasilitas yang ada juga telah hancur,”ucapnya. Prasetyo menyatakan, perlu segera dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan Taman Nasional Gunung Merapi.

Kendati demikian, dia mengakui waktu yang dibutuhkan sangat lama, bisa mencapai 50 tahun.‘’Tapi untuk pemulihan secara bertahap bisa 10 tahun, untuk melihat perubahannya secara signifikan. Dengan catatan, selama waktu kegiatan pemulihan itu tidak terjadi lagi bencana letusan Merapi,’’ ujarnya. Pada bagian lain, rehabilitasi dampak bencana Merapi terus dilakukan.

Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional PenanggulanganBencanaSoetrisno mengungkapkan telah mengerahkan lima alat berat untuk menangani banjir lahar dingin di sejumlah sungai yang berhulu di Merapi. Alat tersebut digunakan untuk mengeruk material di Sungai Boyong dan Code di Yogyakarta, serta Sungai Putih di Magelang. Dari Jawa Timur, aktivitas Gunung Bromo belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Letusan kembali terjadi kemarin sore.

Dari kawah terlihat kepulan asap hitam pekat dengan ketinggian ratusan meter ke arah barat daya. Berdasarkan data seismik dari Pos Pantau Gunung Bromo, terhitung sejak pukul 00.00 WIB hingga 15.00, telah terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 21 kali.Bedanya kali ini tanpa disertai gempa vulkanik dalam seperti sehari sebelumnya.

0 komentar:

Post a Comment