Letusan Merapi Semakin Membahayakan
Semburan awan panas Gunung Merapi tak hanya menyebabkan kepanikan pengungsi, tetapi juga mengakibatkan kerugian harta. Rumah milik Sugi (55), terbakar akibat sambaran awan panas pukul 17.00 WIB. Rumahnya terletak di kawasan Jambo, Kepuharjo, sekitar 5 kilometer dari pusat semburan Gunung Merapi.
Sebelumnya, Gunung Merapi meletus lebih dahsyat dibandingkan letusan terbesar pada 26 Oktober lalu. Awan panas sudah lebih dari 1 jam 40 menit meluncur dari puncak Merapi dan sampai saat ini masih terus berlangsung.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementrian ESDM, Surono menyebut letusan kali ini sebagai kejadian istimewa karena tiga kali lebih besar dibandingkan letusan pertama yang menewaskan Mbah Maridjan dan keluarganya.
"Ini istimewa, lebih besar dibandingkan dengan (letusan) tanggal 26 lalu," kata Surono, Rabu (3/11/2010).
Surono kemudian mengimbau kepada masyarakat di sekitar Merapi untuk menjauhi pusat ledakan dan guguran awan panas hinggal 15 kilometer. Semburan awan panas yang saat ini masih berlangsung mencapai 10 kilometer. Namun, Surono tak bisa memastikan kalau semburan awan panas tidak akan melebihi jarak tersebut, atau bahkan bisa melebihi jaran 10 kilometer.
"Saya tidak sampai kapan status awas akan dicabut, dan sampai saat ini belum ada rencana akan mencabut status awas. Kami mengimbau masyarakat terus waspada," imbau Surono.
0 komentar:
Post a Comment