Perang Korea Banamkan Pasar Uang
Dolar AS kembali menunjukkan keperkasaanya dipasar global setelah bursa Asia dan Eropa kembali rontok dipicu oleh perang yang terjadi di kawasan Semenanjung Korea.
“Kekhawatiran krisis utang akan merembet ke negara Uni Eropa lainnya membuat paket dana talangan bagi Irlandia belum mampu menenangkan pasar, kata Mirza Baig, analis mata uang senior dari Deutsche Bank di Singapura.
Spekulasi Cina akan melakukan pengetatan likuiditas untuk menghambat laju inflasi membuat bursa global kembali melemah. “Ditambah lagi berita buruk dari memanasnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur semakin menyulut kecemasan pasar,” paparnya.
Bursa Seoul sore ini ditutup melemah 0,79 persen, bursa Hong Kong anjlok 2,67 persen, bursa Shanghai merosot 1,94 persen, bursa Australia terkoreksi 1,16 persen, bursa Singapura turun 2,05 persen, bursa Jakarta turun 1,68 persen, serta bursa Malaysia juga tergelincir 1,04 persen.
Demikain pula dengan bursa Eropa sore ini. Hingga pukul 18:01 WIB bursa London turun 0,69 persen, bursa Swiss jatuh 1,13 persen, bursa Irlandia jatuh 2,31 persen, bursa Portugal turun 1,3 persen, bursa Spanyol merosot 1,58 persen, serta bursa perancis juga terkoreksi 0,85 persen.
Supremasi dolar AS seiring meningkatnya ketidakpastian di bursa global membuat mata uang kawasan juga melemah.
Mata uang won Korea Selatan melemah 1,03 persen menjadi 1.137,46 per dolar AS, rupiah melemah 0,56 persen menjadi 8.983, dolar Singapura melemah 0,89 persen ke 1,3088, yen turun 0,07 persen ke 83,39, yuan Cina terdepresiasi 0,02 persen menjadi 6,6439, ringgit Malaysia turun 0,98 persen ke 3,1336, serta peso Philipina juga merosot 0,73 persen menjadi 44,252 per dolar AS.
Mata uang Uni Eropa juga terdepresiasi 0,32 persen menjadi US$ 1,3582, poundsterling Inggris turun 0,18 persen ke level US$ 1,3929. Sehingga indeks dolar AS terhadap enam mata uang rival utamanya menguat 0,132 poin (0,17 persen) ke level 78,82.
ngeri emang klo perang saudara http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/35.gif
ReplyDelete