Cina blokir 60 ribu situs porno
CHINA habis-habisan perang melawan pornografi. Dalam satu tahun ini sudah ada 60 ribu situs porno yang dihapus. Pemerintah China pun menyebutkan hampir 5.000 orang yang mengakses situs porno tersebut, sekarang sedang menghadapi proses hukum.
Gerakan sapu bersih terhadap situs porno itu menuai banyak kritikan dari masyarakat. Selain pemerintah terus menerus mengawasi dan membatasi akses sumber di internet, para netter pun tidak lepas dari jerat hukum.
Wang Chen, kepala penerangan pemerintah China sekaligus juru bicara kabinet menjelaskan, gerakan melawan pornografi itu terbilang cukup sukses. ''Kami ingin membuat internet yang isinya ramah, lebih bersih dan tidak ada pornografi yang bisa diakses,'' ujar Chen.
Dia mengklaim bahwa gerakan menghapus pornografi di internet mendapat dukungan dari berbagai kelompok sosial. Diperkirakan kampanye itu akan berlangsung lama, karena masih ada masyarakat yang mendukung pornografi.
Disebutkannya dari 5.000 orang yang kini menghadapi proses hukum akibat mengakses pornografi, sebanyak 1.332 orang mendapat hukuman kriminal, dan 58 orang di antaranya dijatuhi hukuman 5 tahun lebih.
Cheng menyatakan pemerintah China telah mengecek sebanyak 1,79 juta website yang umum diakses masyarakat China, untuk menyaring informasi yang bisa membahayakan keamanan negara.
China telah memblokir Google, Facebook, YouTube, Twitter dan Flickr. Google pun sempat memprotes sikap China yang sangat protektif dalam mengakses internet.
Google pun harus melakukan pendekatan politik dengan melobi pemerintah Amerika Serikat, agar mesin pencari data itu bisa masuk ke China. Lobi politik juga dilakukan Mark Zuckenberg yang berkunjung ke Beijing dua pekan lalu, untuk bertemu dengan para petinggi industri internet di China
0 komentar:
Post a Comment