Persibo Bojonegoro Diusulkan Jadi BUMD
Usulan Prsibo menjadi BUMD ini mengemuka dalam dialog antara Komisi Hukum Pemerintahan DPRD Bojonegoro dengan sejumlah pengurus Boro Mania di gedung DPRD Bojonegoro, Rabu (29/12) siang tadi. “Kita memang mengusulkan agar Persibo jadi BUMD saja,” ujar Ketua Komisi Hukum dan Pemerintahan DPRD Bojonegoro, Agus Susanto, Rismanto kepada Tempo, Rabo (29/12).
Menurut Agus, dirinya tidak mempermasalahkan jika Persibo bergabung dengan LPI atau masih tetap bertahan di LSI. Masalahnya, kata dia, jika Persibo bergabung dengan LPI, apakah nantinya keuntungan Persibo bisa menjadi pemasukan Pendapatan Asli Daerah atau justru jadi beban Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Begitu juga, ketika masih di LSI, apakah Persibo tetap mendapat dana hibah dari APBD atau tidak. “Jadi semuanya harus jelas,” kata Agus.
Untuk itu, kata Agus, jika managemen Persibo sudah memutuskan bergabung dengan LPI, harus ada kejelasan ke depannya. Menurut Agus, bila Persibo keluar dari LSI, harus ada proses pelepasan status dan aset-asetnya. Kejelasan posisi Persibo sendiri dengan Pemkab Bojonegoro juga diperlukan, terutama tentang sumber dana Persibo dari APBD.
Selama ini, kata Agus, pada tahun 2002 hingga 2010, Persibo telah menghabiskan dana APBD yang cukup besar. Misalnya pada APBD tahun 2010, Persibo mendapatkan dana hibah Rp 7 miliar dari Pemkab Bojonegoro. Dana itu untuk kegiatan selama bergabung dengan LSI.
Dewan, kata Agus, meminta kejelasan, apakah setelah bergabung dengan LPI juga terjadi pergeseran di bidang pendanaan. “Makanya, jika Persibo jadi BUMD, paling tidak bisa ada jalan keluar,”katanya.
Apalagi, kata dia, saat ini Persibo kini juga telah membentuk perusahaan bernama PT Persibo Bojonegoro Mandiri. Semestinya, kata Agus, perusahaan inilah yang akan bertanggung jawab soal pencarian sumber dana, jadwal pertandingan dan sejenisnya.
Sementara itu, Presiden Boro Mania, Basar, menyatakan, bila Persibo bergabung dengan LPI, akan menghadapi masalah pendanaan. “Kita dari supporter ingin Persibo bertahan ke LSI dan menolak Persibo bergabung ke LPI,” katanya.
Sementara itu, Presiden Boro Mania, Basar, menyatakan, bila Persibo bergabung dengan LPI, akan menghadapi masalah pendanaan. “Kita dari supporter ingin Persibo bertahan ke LSI dan menolak Persibo bergabung ke LPI,” katanya.
Basar menyatakan kecewa dengan Bupati Bojonegoro Suyoto yang dianggap tidak memberikan kejelasan soal posisi dan status Persibo. Dalam dialog antara Boro Mania, kata Sabar, Bupati Suyoto mendukung Persibo bergabung dengan LPI. “Kita kecewa,” ujarnya.
Sebelumnya manjemen Persibo Bojonegoro menyatakan resmi bergabung dengan untuk tahun 2010-2011 dan keluar dari LSI. Keputusan Persibo bergabung dengan LPI ini juga didukung Pemkab Bojonegoro.
0 komentar:
Post a Comment