Tahukah Anda, Harga Beras Termahal Itu Ada Di Indonesia
Harga beras dunia kini telah mencapai level tertinggi sepanjang tahun ini, bahkan harga beras Indonesia dikatakan termahal di dunia. Karena itu, opsi impor dipilih untuk memenuhi stok beras dalam negeri.
"Benar beras kita termahal di dunia, saya juga tidak tahu kenapa. Makanya kita masih bisa impor. Dan untuk impor kita usulkan pembebasan bea masuk, karena kena Rp 568 per ton.
Kita sudah mengajukan ke pemerintah," tutur Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Gedung Antara, Jakarta, Kamis (2/12).
Tahun ini Bulog memang tengah mengejar target stok beras 1,5 juta ton.
Sampai saat ini telah terpenuhi 1,2 juta ton yang didapat dari impor beras 600 ribu ton Oktober lalu.
Impor beras diambil Bulog dari 2 negara produsen beras di ASEAN yaitu Thailand dan Vietnam.
Harga beras di Thailand mencapai US$ 540 per ton, naik dari posisi pekan lalu US$ 525-530 per ton.
"Di Indonesia, posisi beras di Pasar Induk Cipinang itu untuk IR3 Rp 6.500, untuk IR2 Rp 7.200. Tapi Bulog menjual beras kualitas IR2 seharga Rp 6.500 dalam operasi pasar sesuai arahan pemerintah.
Hari ini baru saja saya dapat laporan IR3 turun ke Rp 6.000," tutur Sutarto.
Saat ini stok beras Indonesia sumbernya diambil dari Jawa sehingga perlu ditambah stok yang lebih banyak untu kmengamankan pasokan.
"Kita akan tambah impor 600 ribu ton lagi, tapi saat ini yang sudah deal adalah dengan Thailand 230 ribu ton beras premium Rp 8.000 per ton, tapi nantiu penjualannya harganya dikurangi Rp 500-700 per kg," tukas Sutarto.
Selain karena harga beras di Indonesia yang termahal di dunia, Sutarto mengatakan impor dilakukan karena gangguan iklim yang mengganggu produksi beras di dalam negeri.
Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono mengatakan bahwa izin impor beras hanya diberikan kepada Perum Bulog untuk menjaga stok pangan agar tidak kurang dari 1,5 juta ton pada akhir tahun.
"Bulog ditugaskan pemerintah (untuk impor), intinya pada akhir tahun tidak kurang dari 1,5 juta ton harus ada," kata Suswono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/12), sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna.
Menurut dia, stok beras sebanyak 1,5 juta ton itu diperlukan untuk mengantisipasi iklim di tahun mendatang.
"Apalagi tren juga kemungkinan harga pangan dunia akan meningkat," ujarnya.
Mengenai kemudahan yang diberikan kepada Perum Bulog, ia menilai bahwa sepanjang kemudahan tersebut tidak mendistorsi harga di tingkat petani maka hal itu tidak apa-apa karena bagaimanapun juga Perum Bulog menjalankan tugas dari pemerintah.
Pada kesempatan itu ia juga menjelaskan dua alasan mengapa stok Perum Bulog menipis.
"Pertama, HPP (harga pembelian pemerintah) tidak mampu menyerap gabah secara optimal ketika panen raya pada Maret April Mei lalu alasan karena kualitas jelek," katanya.
Kedua, lanjut dia, saat ini ketika harga pasar diatas HPP, Bulog pun tidak bisa menyerap karena dibatasi harga HPP sementara fungsi komersial Bulog belum optimal.
"Jadi (keputusan sekarang) ini karena kondisinya darurat dalam rangka mengantasipasi stok pangan yang sudah menipis maka pemerintah menugaskan Bulog, hanya Bulog tidak boleh mendelegasikan ke yang lain, ke swasta," katanya.
Sementara itu sampai saat ini dari 600 ribu ton beras kontrak impor sudah terealisasi 228 ribu ton.
0 komentar:
Post a Comment