FIFA tak bisa hukum LPI



Kemelut persepakbolaan Indonesia dengan munculnya Liga Primer Indonesia (LPI) diluar naungan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menarik perhatian Federasi Sepakbola Dunia atau lebih dikenal dengan FIFA.

Namun, pengamat sepakbola nasional, Tondo Widodo, menyatakan bahwa FIFA tidak mempunyai hak untuk menghukum LPI, karena yang mempunyai hak adalah PSSI.

"Yang bisa dilakukan FIFA adalah menegur PSSI. Selanjutnya PSSI memberi hukuman pada LPI. Saya kira itu sudah dilakukan," katanya.

Lanjutnya, jika federasi sepakbola dunia itu memanggil PSSI untuk menjelaskan keberadaan kompetisi sepakbola di luar otoritasnya, maka akan menguntungkan LPI selaku kompetitor.

Kompetisi sepak bola yang diprakarsai pengusaha nasional Arifin Panigoro keberadaannya akan lebih dikenal, apalagi jika FIFA akan berperan dalam menyelesaikan kemelut dalam persepakbolaan Indonesia.

"FIFA bisa saja membuka borok yang selama ini ada dalam persepakbolaan Indonesia. Kondisi itu akan berpengaruh pada PSSI karena dinilai tidak bisa menangani permasalahan sepak bola," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan FIFA, Thierry Raggenass mengatakan akan memberikan sanksi kepada LPI jika kompetisi itu digulirkan dengan alasan kompetisi tersebut bukan agenda resmi PSSI.

LPI yang merupakan liga tandingan Indonesia Super League (ISL) bentukan PSSI resmi digelar Sabtu (8/1) sore tadi. Yang mana pada pertandingan perdana Liga Primer Indonesia Ksatria Solo XI berhasil digulung Persema Malang dengan skor telak 5-1 di stadion Manahan Solo.

19 klub ikut serta dalam Liga Primer Indonesia, tiga di antaranya adalah mantan klub ISL yang mengundurkan diri. Tiga klub tersebut adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar.

0 komentar:

Post a Comment