Timnas, Nasibmu Kini

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, menegaskan bahwa pemerintah beserta KONI/KOI tak lagi mengakui keberadaan PSSI di bawah pimpinan Nurdin Halid. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana nasib Indonesia Super League, Divisi Utama, Divisi Satu, dua dan tiga, yang selama ini berada di bawah payung PSSI.
Menpora mengatakan, seluruh pertandingan LSI, Divisi Utama, Divisi I, II, dan III akan tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan supervisi KONI/KOI bersama pengprov PSSI dan klub setempat. Mengenai hal ini, CEO Liga Indonesia, Djoko Driyono mengatakan:
"Selama ini yang kita lakukan sesuai regulasi PSSI menjalankan ISL dan Divisi Utama. Dalam pelaksanaannya kami berinteraksi dengan KONI, Polisi, dan Imigrasi. Kami akan mengikuti peraturan dan regulasi yang ada dengan segala implikasinya.
"Semua ingin sepak bola berjalan lebih baik, sepak bola tidak bisa dihentikan. Sepak bola ini menjadi tujuan untuk diselamatkan, kami tidak ingin polemik. Kami ingin melayani seluruh kompetisi yang berjalan," kata Djoko.
Djoko melanjutkan, PT Liga akan menjalankan semua yang sudah direncanakan selama tidak ada kendala legal. Pihaknya tidak dalam posisi berhadapan dengan siapa pun.
"Kompetisi adalah wahana untuk klub, tidak ada bayangan untuk menghentikan kompetisi. Saya tidak melihat ada spirit ke sana karena semua spiritnya ingin kompetisi yang lebih baik, semua punya tujuan mulia hanya jalannya yang berbeda."
Djoko berpendapat, dirinya tak ingin kompetisi berhenti karena ini akan membuat perjuangan klub-klub di kompetisi sia-sia. Seperti kita ketahui, ISL kini sudah memasuki paruh musim kedua.
"Kita harus berempati pada klub yang sudah berdarah-darah dan kerja keras. Mereka yang harus diproteksi. Kita harus rasional, kita sudah tahu mana yang roh sepak bola mana yang politik. Saya tidak melihat ada inisiatif untuk menghentikan sepak bola," tuntas Djoko.

0 komentar:

Post a Comment