Letusan Merapi Tinggal Tunggu Waktu Saja
Gerakan magma sudah semakin dekat permukaan puncak Gunung Merapi. Hal itu ditunjukkan dengan semakin banyaknya multiphase (MP) hingga mencapai 500 kali per hari. Gejala ini mengindikasikan tahapan erupsi (letusan) Gunung Merapi tinggal tunggu waktu. ”Kita hingga sampai saat ini mengkhawatirkan letusan eksplosif. Tetapi kita berharap yang terjadi adalah letusan khas Gunung Merapi, yakni munculnya guguran lava dan tumbuhnya kubah lava yang diikuti awan panas (wedhus gembel),” ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Drs Subandriyo MSi kepada KR, Jumat malam (22/10). Sebelumnya Subandriyo memberikan penjelasan dihadapan Pemkab Magelang mengenai perkembangan terkini Merapi. Diingatkannya, dalam kondisi saat ini, sangat penting kesiapsiagaan pemda di wilayah rawan bahaya. Terutama dalam upaya mengurangi risiko bencana. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Surono mengatakan, energi Gunung Merapi saat lebih besar dibandingkan energi gempa sebelum letusan tahun 2006. Namun belum tentu energi gempa lebih besar akan menghasilkan letusan yang lebih besar. ”Contohnya Kelud. Energi gempa Kelud sebelum letusan 2007 * Bersambung hal 7 kol 1 lebih besar dibandingkan energi gempa sebelum letusan eksplosif pada 1990. Nyatanya, letusan 2007 lebih kecil,” katanya. Terkait dengan meningkatnya bahaya Gunung Merapi, mulai Sabtu (23/10) hari ini, dilakukan penutupan Pemkab Sleman melalui Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) dan Penanggulangan Bencana bersama Dinas Pertambangan Sleman. ”Mulai besok pagi (hari ini, red) penambangan sudah ditutup oleh pemda dan kami hanya bersifat pengamanan saja. Kalau sudah dilarang dari pemerintah, tentunya akan ditutup di Sungai Gendol yang akan dijaga oleh SKSB,” jelas Kapolsek Cangkringan, AKP Sudalidjo. Setelah dinaikannya status aktivitas Gunung Merapi, sejumlah barak pengunsian mulai diaktifikan lagi. Seperti barak pengungsian di KRB III yaitu Kecamatan Turi, Pakem dan Cangkringa mulai diaktifkan setelah status Gunung Merapi meningkat dari waspada menjadi siaga.
0 komentar:
Post a Comment