Nasib 300 Warga Pulau Surat Aban Belum Diketahui Rimbanya
Sekitar 300 warga Pulau Surat Aban, Kecamatan Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai (Sumbar), yang berada dekat titik episentrum gempa 7,2 skala Richter, belum diketahui nasibnya. Cuaca buruk dan terputusnya komunikasi ke daerah tersebut membuat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah sulit mengakses wilayah tersebut.
Josca Martin, staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar, mengatakan, hingga saat ini pihaknya kesulitan mengakses pulau tersebut dikarenakan selama dua hari terakhir wilayah itu terkurung cuaca buruk.
Sekadar diketahui, jarak tempuh ke Pulau Surat Aban dari ibu kota Kecamatan Kepulauan Mentawai sekitar dua jam dengan menggunakan sarana transportasi speed boat.
Sementara itu, Manager Pusdal Ops Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar, Ade Edward, mengatakan, pihaknya saat ini akan mengirimkan tim reaksi cepat, terdiri dari anggota Tagana, TNI, Basarnas, dan tim relawan lainnya ke Mentawai guna melakukan pertolongan dan evakuasi warga yang terkena dampak gempa.
Josca Martin, staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar, mengatakan, hingga saat ini pihaknya kesulitan mengakses pulau tersebut dikarenakan selama dua hari terakhir wilayah itu terkurung cuaca buruk.
Sekadar diketahui, jarak tempuh ke Pulau Surat Aban dari ibu kota Kecamatan Kepulauan Mentawai sekitar dua jam dengan menggunakan sarana transportasi speed boat.
Sementara itu, Manager Pusdal Ops Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar, Ade Edward, mengatakan, pihaknya saat ini akan mengirimkan tim reaksi cepat, terdiri dari anggota Tagana, TNI, Basarnas, dan tim relawan lainnya ke Mentawai guna melakukan pertolongan dan evakuasi warga yang terkena dampak gempa.
0 komentar:
Post a Comment