Pelaku Wisata Solo Promo Ke Bali

Pelaku wisata yang tergabung dalam ASITA (Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies) Surakarta berencana melakukan promosi wisata ke Bali. Hal tersebut dilakukan untuk menginformasikan bahwa Surakarta sama sekali tidak terkena dampak letusan Gunung Merapi.

Ketua ASITA Surakarta Suharto mengatakan wisatawan asing menganggap Surakarta bernasib sama dengan Yogyakarta yang diguyur hujan abu. Padahal, "Hanya sekali saja Solo terkena hujan abu," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (20/11).

Selain itu, ditambah lagi pemberitaan media tentang bencana Merapi yang dinilai berlebihan sehingga wisatawan menjadi khawatir ketika berkunjung ke Surakarta.

Promosi tersebut dilakukan pada 21 hingga 25 November di Bali. Pemilihan Bali dikarenakan banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Pulau Dewata. "Sasaran kami menggaet wisatawan yang sebelumnya berniat ke Yogyakarta, namun batal karena Bandar Udara Adi Sutjipto ditutup," ujarnya.

ASITA Surakarta akan mengadakan pertemuan dengan sekitar 20 agen wisata di Bali untuk menginformasikan bahwa pariwisata di Surakarta tidak terganggu letusan Merapi. Pertemuan juga dilakukan dengan badan pariwisata di Bali untuk membantu menginformasikan kepada masyarakat setempat.

"Kami benar-benar siap untuk menerima kunjungan wisatawan asing maupun domestik yang selama ini ke Bali," tandasnya.

Kesempatan ke Bali juga digunakan untuk belajar tentang pengelolaan pariwisata, di antaranya mengunjungi beberapa hotel yang selama ini menjadi ikon menginap. Mereka akan melihat seperti apa konsep interior ataupun pelayanan hotel yang dapat menarik wisatawan. "Ada 40 orang anggota rombongan yang berasal dari stakeholder wisata di eks Karesidenan Surakarta," katanya.

Salah seorang anggota Badan Promosi Pariwisata Surakarta Bambang Ary menambahkan, dampak langsung memang sulit diharapkan dari kunjungan tersebut. Terutama karena tujuan awalnya sebagai pencitraan bahwa Surakarta aman dikunjungi. "Yang terpenting memberikan informasi yang benar. Nantinya turis akan datang sendiri," jelasnya.

Dia berharap pada akhir tahun ini sudah ada wisatawan yang selama ini ke Bali, untuk mau datang ke Surakarta. Jika penerbangan di Bandara Adi Sutjipto masih terhambat, maka wisatawan bisa mendarat di Surabaya untuk kemudian perjalanan darat dengan bus atau kereta api ke Surakarta. 

0 komentar:

Post a Comment