Pembukaan LPI disesaki Penonton

Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, merah total. Sedikitnya 20 ribu pendukung tim tuan rumah Ksatria XI Solo FC, yakni Pasopati memadati tribun-tribun stadion. Belum lagi yang tertahan di luar karena tak memiliki tiket pertandingan.
Suporter sudah mulai memadati kawasan stadion menjelang pukul 14:00, atau 1,5 jam sebelum kick-off laga perdana Liga Primer Indonesia (LPI) antara tuan rumah Solo FC versus Persema Malang.
Hujan yang sempat mengguyur Stadion Manahan Solo, tak dirasakan Pasopati. Ada yang mencoba masuk stadion meski tak mendapat tiket karena memang terjual habis (soldout). Belum lagi penonton yang ada di dalam stadion. Mereka terlihat antusias menyaksikan laga meski juga diguyur hujan rintik-rintik.
Sementara di tribun VIP terlihat Arifin Panigoro, Anas Urbaningrum, Komaruddin Hidayat, Hidayat Nurwahid. Ada juga pacar Ifran Bachdirm, Jennifer Kurniawan, aktor gaek Pong Harjatmo, Widiayawati (istri almarhum Sophan Sofyan) dan personel Slank, Bimbim dan kawan-kawan, serta duta LPI Darius Sinatria.
Kesit B. Handoyo, CEO Solo FC seusai pertandingan menjelaskan, panpel mencetak 19 ribu tiket dari 20 ribu tempat duduk stadion. Namun, semua tempat duduk stadion terisi. Itu artinya lebih dari 20 ribu penonton. “Ini luar biasa. Antusias penonton perlu diberi apresiasi, dan mereka semua tertib,” kata dia.
Kapolda Jawa Tengah Irjen POl. Edward Aritonang kepada Pos Kota, seusai pertandingan mengatakan, sebanyak 1.200 personel Polri ditugaskan untuk mengamankan jalannya pertandingan pembuka LPI, baik di area stadion maupun di jalan-jalan menuju stadion. “Sebanyak 800 personel ditempatkan di area stadion, dan 400 di jalanan menuju stadion,” kata mantan Kadiv Humas Polri itu.
Semula, kata Edward Aritonang, yang dikhawatirkan adalalah provokasi dari pihak-pihak tertentu yang ingin membuat kerusuhan, seperti pelemparan-pelemparan. “Tapi, karena penempatan petugas yang baik, semua bisa berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.
Pong Harjatmo, aktor gaek yang pernah memanjat atatp gedung DPR/MPR mengatakan, antusias warga penonton yang begitu tertib merupakan bentuk nasionalisme mereka. “Mereka merindukan kompetisi berkualitas, dan ini adalah bentuk nasionalisme mereka yang ingin sepakbola Indonesia maju,” kata dia.

0 komentar:

Post a Comment