Timbunan lahar dingin merapi sangat berbahaya

Bahaya sekunder Gunung Merapi di perbatasan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tidak hanya banjir lahar dingin di sejumlah sungai di kawasan kaki gunung ini, tetapi  letupan dari timbunan material vulkaniknya juga membahayakan.     

Material lahar erupsi Gunung Merapi yang menumpuk di aliran Sungai Gendol di Dusun Besalen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Minggu (9/1) sore, meletup. "Akibatnya, batu-batu besar dan material vulkanik lainnya terlontar sejauh puluhan meter," kata Camat Cangkringan Samsul Bakri, Senin (10/1).

Letupan dari timbunan material vulkanik Merapi di Sungai Gendol itu terjadi karena belerang yang masih panas terkena air hujan, dan kemudian menyebabkan letupan, sehingga batu-batu besar yang tertimbun material vulkanik terdorong keluar.

Menurut dia, letupan semacam itu masih berpotensi terjadi lagi di Sungai Gendol terutama yang lokasinya dekat dengan lereng Merapi. "Saat ini material vulkanik Merapi di aliran Sungai Gendol masih banyak yang panas, sehingga jika terguyur hujan, besar kemungkinan terjadi lagi letupan," katanya.

Ia mengatakan banjir lahar dingin di Sungai Gendol yang terjadi Minggu (9/1) sore mengakibatkan tiga rumah hanyut dan 13 lainnya terendam. "Kami baru mengetahui banjir lahar dingin yang terjadi (Minggu, 9/1) itu, malam harinya sekitar pukul 22.30 WIB," katanya. Samsul mengatakan tiga rumah yang hanyut tersebut milik warga Dusun Besalen, Glagaharjo, Sleman, yakni rumah milik Paino, Mbok Ijah dan Mbok Joyo Sunyitno.

"Sedangkan 13 rumah yang terendam material lahar dingin sebagian di Dusun Guling, Desa Argomulyo," katanya.

Menurut dia, hanyutnya tiga rumah itu karena tanggul Sungai Gendol di Dusun Besalen jebol akibat terjadi letupan besar di Sungai Gendol. "Letupan yang terjadi tergolong besar, sehingga menyebabkan tanggul jebol, kemudian dialiri air yang membawa material lahar dingin masuk ke dusun, tetapi beruntung warga sudah mengungsi, sehingga tidak ada korban jiwa," katanya.

0 komentar:

Post a Comment