Wereng masih mengganas di Delanggu
Di tengah ancaman serangan hama wereng batang cokelat (WBC), surplus produksi beras tahun ini mencapai 28.651 ton. Surplus sebanyak itu disebabkan beberapa wilayah sentra produsen beras mulai panen setelah tahun lalu terpuruk akibat serangan WBC. "Sampai bulan Maret surplus sudah di angka 28.651 ton karena beberapa wilayah sudah panen," ungkap Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Ir Wahyu Prasetyo, Minggu (27/3).
Dijelaskannya, dari luas lahan tanam tahun 2011 seluas 24.000 hektare sebagian sudah mulai panen. Wilayah sentra produksi beras seperti Kecamatan Delanggu, Wonosari, Juwiring, Polanharjo dan Karanganom bahkan sudah mayoritas panen. Panen yang dilakukan di wilayah sentra beras itu mendukung besaran surplus meski tahun lalu sempat terpukul akibat serengan wereng.
Pola serangan wereng yang berpindah ke wilayah selatan menyebabkan wilayah sentra produsen beras memiliki kesempatan panen. Kondisi serangan sendiri sampai bulan ini masih relatif terkendali. Dari luas lahan tanam seluas itu baru 1.384 yang terserang WBC dengan total puso 221 hektare. Dengan demikian, surplus sudah cukup lumayan untuk mengejar target surplus produksi total tahun ini tercapai. Tahun 2011, target surplus yang direncanakan Pemkab mencapai 90.000 ton.
Angka surplus tahun ini, kata Wahyu , diakui menurun dibandingkan tahun lalu. Capaian surplus tahun 2010 lalu sebesar 95.000 ton dan tahun 2009 mencapai 121.000 ton. Penurunan itu disebabkan Pemkab tidak terlalu muluk berharap sebab nyatanya serangan WBC masih muncul. Namun demikian dengan berbagai upaya Dinas akan berupaya mencapai target surplus 90.000 ton di akhir tahun 2011.
0 komentar:
Post a Comment