Pemkab Klaten Ajukan Anggaran Rp 4,5 M
Jalur alternatif ke Kota Solo melalui jembatan Abang di perbatasan Desa Blimbing, Kecamatan Gakat, Kabupaten Sukoharjo dan Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Klaten ditutup bagi semua jenis kendaraan. Penutupan dilakukan karena jembatan perbatasan tersebut masih dibiarkan terbengkalai setelah ambrol dilewati dua truk.
"Jembatan belum bisa dilalui sehingga warga harus memutar," ungkap Jito, warga Dusun Pajangan, Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Minggu (6/2). Menurutnya setelah jembatan ambruk warga kesulitan melintas. Baik warga asal Klaten yang akan ke Solo atau sebaliknya.
Untuk sementara warga harus memutar melalui Desa Duwet, Kecamatan Wonosari atau melalui Jl Yogya-Solo. Dengan memutar jarak tempuh semakin jauh padahal jika melewati jembatan tersebut warga bisa menyingkat jarak. Melalui jembatan itu warga Klaten yang akan ke Solo hanya melintasi Pasar Gawok lurus ke timur sudah sampai di Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo.
Sementara jika memutar dari Jalan Yogya-Solo masih harus melalui Kecamatan Kartasura. Pantauan di lokasi, kondisi jembatan sendiri sampai Minggu (6/2) masih dibiarkan mangkrak.
Badan jembatan yang ambrol dan besinya yang putus masih dibiarkan terbengkalai. Bahkan, sejumlah warga hanya menjadikan bangkai jembatan tua itu sebagai tontonan. Untuk menghindari kecelakaan, Pemkab Klaten memasang portal larangan melintas di simpang tiga Jl Pakis-Wonosari agar warga tidak tersesat terlanjur sampai jembatan.
Jalur Penting
Kejadian runtuhnya jembatan menurut Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Klaten, Abdul Mursyid MT sudah dilaporkan ke pemerintah pusat. "Laporan disampaikan saat rakor penanganan bencana di Jakarta," katanya.
Laporan disampaikan baik ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian PU. Pemkab mengajukan estimasi anggaran sebesar Rp 4,5 miliar untuk rehab. Namun karena jembatan tersebut ditangani bersama Pemkab Sukoharjo dan Pemprov Jateng, Pemkab Klaten akan menunggu koordinasi.
Apabila tidak disetujui ditangani pusat maka kedua kabupaten atau bersama Pemprov Jateng, mestinya ada sharing lanjutan. Rehab jembatan itu menurutnya mendesak, sebab jembatan itu merupakan jalur ekonomi dan sosial penting bagi warga dua kabupaten untuk mengakses ke Solo atau Yogyakarta.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Klaten, Sudibyo SE mengatakan DPRD sudah melihat langsung lokasi. Kerusakan sudah parah dan tidak bisa ditangani Pemkab. "Untuk itu pemerintah pusat atau Pemrov Jateng harus segera turun tangan karena itu jalur vital," ungkapnya.
Melihat pentingnya jembatan, idealnya jembatan tersebut harus dibangun lebih kuat. Apabila perlu dijadikan jembatan dan jalan raya sekaligus sehingga kendaraan besar bisa melintas. Sebab jalur itu merupakan jalur singkat ke Solo.