Produksi Susu Kedelai, Badan Sehat Rejeki Lancar

Susu kedelai merupakan produk olahan kedelai yang kaya gizi. Susu kedelai  memiliki kandungan protein, zat besi, asam lemak tidak jenuh dan niasin yang lebih tinggi dibanding susu sapi, namun kadar lemak,   karbohidarat, Ca, riboflavin,  tiamin, metionin dan lisin lebih rendah. Tetapi susu kedelai juga mengandung komponen dan senyawa bioaktif yang baik untuk kesehatan seperti isoflavon, lesitin, peptide dan serat. Susu tersebut lebih unggul dibanding susu sapi diantaranya bebas kolesterol, bebas laktosa dan memiliki efek menurunkan resiko jantung koroner.
Tahapan Proses Pembuatan Susu kedelai  
1.Sortasi dan Pencucian biji kedelai
Sortasi dilakukan untuk membuang benda asing /kotoran,dan biji kedelai yang rusak. Biji kedelai dicuci dengan air mengalir beberapa kali sampai air bekas cucian bening dan kedelai nampak bersih. Pencucian sebelum perendaman dapat mengurangi jumlah bakteri yang ada pada biji kedelai.
2.Perendaman dengan air biasa atau air soda
Perendaman bertujuan agar biji kedelai menyerap air sehingga lebih lunak,  mudah digiling dan lebih cepat matang ketika dimasak . Perendaman juga melarutkan oligosakarida penyebab kembung.
Volume air yang digunakan untuk merendam adalah 2-3x volume kedelai. Perendaman  dengan air  dilakukan  selama 6-10 jam,  jika diluar selang waktu tersebut  susu kedelai yang dihasilkan kurang enak.
Setelah perendaman, kedelai akan memiliki berat 2 x lipat  karena biji kedelai menyerap air selama perendaman. Proses perendaman dapat juga dilakukan dalam air soda 0,25-0,50% selama 15 menit.  Setelah direndam kedelai ditiriskan dan dicuci lagi 2-3x.
3.Blanching atau pemanasan sesaat
Blanching dilakukan dengan cara merebus/mengukus biji selama sekitar 10 menit. Tujuan Blanching sebelum ekstraksi atau penggilingan adalah menginaktifkan enzim penyebab bau langu sehingga bau langu dapat diminimalisir.
4.Penggilingan atau penghancuran biji kedelai
Penggilingan biji kedelai bertujuan memudahkan ekstraksi sari kedelai. Alat  yang digunakan untuk menggiling bisa berupa blender biasa,  atau menggunakan mesin penggiling kedelai dari batu atau dengan hammer mill.
Air yang digunakan untuk memblender adalah air hangat bersuhu 60-70oC dengan perbandingan 1 kg kedelai: 6-10 liter air. Penggilingan dengan air panas akan menonaktifkan penyebab bau langu yaitu sebagian enzim lipoksidase dan tripsin inhibitor.
5.Penyaringan
Proses ini bertujuan memisahkan ampas dengan sarinya. Penyaringan dapat dilakukan dengan saringan, kain blacu, alat pengepres,  atau dengan alat decanter sentrifuge. Namun ada juga mesin pengolah susu kedelai yang sudah menyediakan fasilitas penyaringan. Penyaringan dapat memisahkan serat  tidak larut air penyebab rasa berkapur  pada susu kedelai. Ampas hasil saringan dapat diperas kembali 1-2x untuk meningkatkan hasil.
6.Pemanasan
Pemanasan dapat dilakukan satu atau dua tahap yaitu pasteurisasi dan sterilisasi. Suhu pasteurisasi berkisar antara 60-90 oC, selama beberapa menit. Misalnya jika suhunya 63oC maka waktunya  30 menit, atau jika menggunakan suhu lebih tinggi misalnya 85oC, maka waktunya lebih cepat menjadi 3 menit saja. Jika susu akan segera dikonsumsi pemanasan cukup dengan pasteurisasi saja, namun jika ingin dibotolkan agar awet beberapa hari maka pemanasan perlu ditambah dengan sterilisasi.
Pemanasan bertujuan membunuh mikroba pathogen, menonaktifkan sisa enzim penyebab bau langu dan zat anti gizi.  Jika akan dijual dalam botol, dapat dilakukan pemanasan lagi dengan merebus botol beserta isinya pada suhu minimal 80oC atau hingga mendidih selama 25 menit. Selama pemanasan susu kedelai harus diaduk terus untuk mencegah penggumpalan dan agar tidak  gosong. 
7.Pengemasan
Pengemasan merupakan tahap yang penting. Bahan pengemas susu kedelai bisa berupa plastik, botol cup atau botol gelas. Plastik untuk mengemas susu kedelai bisa jenis HDPE. Jika menggunakan plastik, sebaiknya susu kedelai dikemas dalam keadaan dingin, agar tidak terjadi perpindahan materi dari plastik ke susu.
Susu yang diisikan kedalam botol seharusnya tidak penuh tetapi sisakan 10% dari volume botol, kemudian tutup botol dengan mesin penutup botol lalu  lakukan sterilisasi dengan cara merebus botol beserta isinya pada suhu minimal 80oC selama 30 menit.

0 komentar:

Post a Comment